Produksi Mulai Dipangkas, Harga Minyak Dunia US$27

Produksi Mulai Dipangkas, Harga Minyak Dunia US$27

OPEC+ Pangkas Minyak Dunia

Produksi – Kesepatakan negara-negara pengekspor minyak mentah atau OPEC+ memangkas produksi minyak dunia mulai berdampak pada naiknya harga minyak dunia. Dilansir dari Oil Price, Jumat (1/5) atau Sabtu (2/5) pagi waktu Indonesia, harga minyak yang menjadi patokan global, minyak mentah berjangka Brent naik menjadi US$26,44 per barel.

Baca juga : GrabFood yang Lengkapi Bulan Ramadan

Sementara harga minyak untuk West Texas Intermediate (WTI) kini berada pada level US$19,69 per barel atau mengalami kenaikan hingga 4,51 persen. Untuk Mars naik 4,15 persen atau US$23,58 per barel.

Harga Minyak Merangkak Naik

Misalkan untuk Brent, sempat anjol US$18,94 per barel pada 28 April lalu, namun terus mengalami kenaikan setelahnya. Begitu juga dengan WTI. Dalam sepekan terakhir terus menanjak meski sempat anjlok pada 28 April lalu di posisi US$10,21 per barel.

Meski demikian, jika dilihat dalam sebulan terakhir, baik harga minyak Brent dan WTI masih cenderung turun.

Kesepakan OPEC+

Dilansir dari Reuters, organisasi negara pengekspor minyak, Rusia dan produsen lainnya, yang dikenal sebagai OPEC +, telah sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari mulai 1 Mei.

Menurut laporan BofA Global Research, stok minyak bumi global kemungkinan memuncak pada bulan April karena permintaan minyak menyusut hampir 25 juta barel per tahun dari tahun ke tahun.

Meski begitu, ada keraguan pengurangan produksi, yang terbesar yang pernah disepakati, akan cukup karena permintaan tidak mungkin pulih dengan cepat.

“Pemotongan produksi akhirnya menunjukkan hasilnya. Namun harga masih sangat rendah. Dua minggu ke depan kemungkinan akan melihat pengembalian volatilitas ekstrem,” kata analis di broker OANDA, Craig Erlam.

Sempat Nol Dolar

Harga minyak mentah WTI bahkan sempat anjlok di bawah nol dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (21/4) pagi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dilansir dari Antara, harga minyak WTI untuk pengiriman Mei merosot US$55,9 atau lebih dari 305 persen, menjadi menetap di US$-37,63 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh titik terendah sepanjang masa US$-40,32 per barel.

Kejatuhan harga minyak AS WTI ini terjadi karena kelebihan pasokan yang disebabkan oleh virus corona. Para pedagang yang putus asa membayar untuk menyingkirkan minyak yang kontraknya akan berakhir Selasa.

“Dampak dari tindakan penguncian di 187 negara dan wilayah telah membuat mobilitas hampir terhenti,” kata Badan Energi Internasional (IEA). Permintaan pada April diperkirakan 29 juta barel per hari lebih rendah dari tahun lalu. Turun ke level terakhir terlihat pada 1995.

Sumber : idntimes.com