Penipuan soal Bantuan Corona

Penipuan soal Bantuan Corona

Produser Hollywood Ditahan atas Penipuan soal Bantuan Corona

Produser Hollywood Ditahan atas Penipuan soal Bantuan Corona – FBI menahan seorang produser Hollywood, William Sadleir, atas dugaan penipuan untuk mendapatkan dana dari badan bantuan penanggulangan Covid-19 dengan nilai nyaris US$30 juta atau setara Rp444,1 juta.

Namun, Sadleir mengaku masih memegang jabatan di Aviron Pictures dan berdalih membutuhkan bantuan demi kelanjutan bisnis perusahaan distributor film itu di tengah wabah Covid-19.

The Willoughbys menceritakan empat Willoughbys bersaudara yang merasa kerap diabaikan orang tua. Mereka lantas berusaha menjadi yatim piatu dengan cara mengirimkan agcsa kedua orang tua mereka liburan ke kawasan ekstrem.

Dalam usaha itu, Willoughbys bersaudara menyadari arti dan peran keluarga yang sesungguhnya, termasuk mulai mengenal kasih sayang. Meski termasuk tinggi, capaian The Willoughbys masih di bawah Klaus. Film itu ditonton lebih dari 40 juta akun Netflix dalam 28 hari pertama.

Klaus juga film animasi orisinal Netflix yang tayang jelang akhir 2019. Film yang disutradarai Sergio Pablos ini menceritakan upaya Jesper sebagai anak dari pemilik kantor pos menyelesaikan tugas dari ayahnya.

Ia dikirim ke kota kecil di ujung dunia yang penduduknya sangat tidak ramah satu dengan lain. Tugas dari sang ayah terlihat mustahil diselesaikan.

Ia lantas mengajukan aplikasi pinjaman bank dengan permintaan dana US$1,7 juta dari badan yang didirikan pemerintah untuk menggalang dana bantuan di tengah pandemi Covid-19.

“Tak lama setelah menerima dana, sejumlah besar uang dialihkan ke rekening pribadi Sadleir dan digunakan untuk keperluan personal,” demikian kutipan surat aduan yang diterima di California.

Berdasarkan surat aduan lain di New York

Dalam surat itu kemudian dijabarkan bahwa sebagian uang tersebut digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit American Express milik Sadleir dan istrinya. Sebagian lainnya juga digunakan untuk membayar cicilan mobil.

Berdasarkan surat aduan lain di New York, Sadleir dituding terlibat dalam skema penipuan soal investasi Aviron Pictures dan entitas terkait lainnya.

AFP melaporkan bahwa agen FBI dan sejumlah agen penegak hukum lainnya menahan Sadleir pada Jumat setelah mendapatkan aduan dari California dan New York.

Jaksa menuduh Sadleir mentransfer US$25 juta dari kas Aviron ke rekening pribadinya. Dari keseluruhan uang tersebut, US$14 juta di antaranya digunakan untuk membeli rumah pribadi di Beverly Hills.

“Ia bahkan bertindak lebih jauh dengan menyamar sebagai karyawan perempuan dari perusahaan berbasis di New York yang ia karang untuk membantu aktivitas ilegalnya,” ujar Asisten Direktur FBI New York, William Sweeney Jr.

Jaksa juga menuding Sadleir menjual aset senilai US$3 juta yang sebelumnya digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman bagi Aviron.

Jika terbukti bersalah atas aduan yang diajukan di California, Sadleir terancam hukuman penjara hingga 82 tahun. Sementara untuk tuntutan di Poker IDN Play Online – New York, Sadleir terancam hukuman penjara 42 tahun.

FBI menyatakan bahwa Sadleir merupakan mantan kepala perusahaan distribusi film independen, Aviron Pictures, yang sudah melepaskan jabatannya sejak tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *