Pengusaha Kimia dan Plastik

Pengusaha Kimia dan Plastik

Pengusaha Kimia dan Plastik Janji Bayar THR Pekerja

Pengusaha Kimia dan Plastik Janji Bayar THR Pekerja – Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) akan tetap membayar Tunjangan Hari Raya (THR) seluruh karyawannya di tengah pandemi covid-19.

“Yang 20 persen itu bagian administrasi dan kantor pusat. Kalau di pabrik, karena luas dan orangnya tidak terlalu banyak, sehingga yang WFH hanya 5 persen,” ujar Fajar.

Untuk sektor industri kimia hilir, Fajar menyampaikan bahwa permintaan dalam negeri mengalami penurunan hingga 50 persen. Namun, industri kimia hilir tetap mengekspor produknya ke sejumlah negara.

“Itu sudah kajian pada April, kebetulan China sudah mulai buka, menyusul Bangladesh dan India juga mau buka. Sehingga, 40 persen produk yang dihasilkan di hulu akan diekspor,” tukas Fajar.

“Anggota Inaplas masih memberikan THR dan belum ada pemutusan hubungan kerja (PHK),” kata Sekjen Inaplas Fajar Budiyono dikutip dari Antara, Senin.

Karenanya, perusahaan akan tetap membagikan THR dan fasilitas lain kepada karyawan, di antaranya tunjangan kesehatan, BPJS, dan tunjangan perumahan.

“Ada sanksi buat perusahaan yang tidak membayar sama sekali? Sesuai ketentuan perundang-undangan, secara administrasi, tetap ada dendanya,” kata Ida melalui keterangan resminya, dikutip Senin.

Kendati demikian, Ida menyampaikan bahwa pengenaan denda tersebut harus dibicarakan bersama buruh dan dilaporkan kepada dinas ketenagakerjaan setempat.

Anggota Inaplas masih memberikan THR

Selain itu, pengusaha juga perlu membuka secara transparan kondisi keuangannya berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan dan membicarakannya dengan para buruh secara bipartit.

“Dengan membuka ruang dialog, maka pengusaha dan pekerja mencari jalan bersama antara bagaimana mengatasi pembayaran THR ini. Apakah dilakukan secara bertahap, kalau ditunda sampai kapan, caranya bagaimana, itu dibicarakan secara bipartit antara pengusaha dengan pekerja,” sebut Ida.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa perusahaan yang menunda atau mencicil Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tetap mengikuti ketentuan dalam Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Artinya, keputusan penundaan atau pembayaran THR dengan cara dicicil harus diperoleh melalui dialog antara pengusaha dan pekerja atau buruh.

Selain itu, Ida juga memastikan bahwa kesepakatan mengenai waktu dan cara pembayaran THR Keagamaan dan denda, tak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR Keagamaan dan denda kepada pekerja/buruh.

Menurut Fajar, kondisi tersebut dipertahankan hingga Juli 2020 untuk kemudian dievaluasi kembali sambil melihat perkembangan situasi yang terjadi agcsa.org

“Itu kami antisipasi sampai Juli. Setelah Juli ke sana nanti kami evaluasi lagi apakah membaik atau mudah-mudahan tidak makin memburuk. Dan baru kami akan mengambil keputusan selanjutnya,” pungkas Fajar.

Ia menyebut utilitas industri kimia hulu saat ini masih 90-95 persen dari sebelumnya 100 persen, dengan 20 persen karyawan kantor pusat bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan hanya lima persen karyawan di pabrik yang WFH.

Fajar memaparkan Inaplas menaungi dua sektor industri kimia hulu, yakni industri petrokimia, dan kimia hilir, industri plastik. Saat ini, terdapat 76 sektor industri kimia yang tergabung dalam asosiasi tersebut.