Maskapai Irlandia Bakal PHK

Maskapai Irlandia Bakal PHK

Maskapai Irlandia Bakal PHK 3.000 Karyawan Gara-gara Corona

Maskapai Irlandia Bakal PHK 3.000 Karyawan Gara-gara Corona – Maskapai asal Irlandia Ryanair berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan perusahaan untuk bertahan di tengah pandemi virus corona.

Dilansir agcsa.org Ryanair akan mengurangi hingga tiga ribu karyawan mulai dari pilot hingga kru kabin pesawat. PHK massal ini mencapai 15 persen dari total pegawai Ryanair. Dalam pernyataannya pada Jumat lalu, manajemen perusahaan menyatakan proses restrukturisasi ini akan berlangsung mulai Juli 2020.

Ryanair biasanya mengoperasikan penerbangan dengan tarif rendah ke lebih dari 200 destinasi yang kebanyakan berada di Eropa. Namun, layanan ini terganggu akibat pandemi covid-19 dan sektor penerbangan diperkirakan sangat terpukul karena merosotnya jumlah turis lokal maupun asing yang melakukan perjalanan wisata.

Dari flightradar24, terlihat bahwa pesawat tersebut turun dari ketinggian 37 ribu ke 10 ribu kaki hanya dalam tujuh menit.

Ryanair menyebut bahwa pesawat mendarat dengan normal, penumpang diturunkan, dan beberapa mendapat perawatan medis.

Juru bicara Kepolisian Jerman menyebut 33 dari 189 penumpang dirawat di rumah sakit, beberapa dengan pendarahan di telinga, dan beberapa masih dirawat hingga Sabtu.

Ryanair mengatakan pesawat dari Frankfurt dijadwalkan berangkat ke Zadar pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun polisi mengatakan banyak di antara mereka yang memutuskan tidak melanjutkan perjalanan mereka.

Ryanair juga mengatakan mereka membayarkan akomodasi hotel bagi penumpang, meski mereka kekurangan tempat akomodasi.

Ryanair memperkirakan permintaan penumpang

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional, Ryanair terbang ke 37 negara dan menerbangkan 130 juta penumpang tahun lalu. Jumlah penumpang ini merupakan yang terbesar di Eropa.

Perwakilan maskapai dengan jumlah penumpang terbesar ketiga di Eropa itu memperkirakan hanya akan ada total 150 ribu penumpang dari periode April sampai Juni. Angka ini jauh dari target 42,4 juta di periode yang sama.

Sedangkan untuk periode Juli sampai September, pihak maskapai memperkirakan angka penumpang tidak akan sampai 50 persen dari target 44,6 juta penumpang.

“Ryanair memperkirakan permintaan penumpang dan harga (yang sama dengan 2019) membutuhkan waktu setidaknya dua tahun, atau paling cepat pertengahan Juni 2022,” bunyi pernyataan manajemen yang juga menyatakan merugi hingga lebih dari 100 juta euro atau setara Rp1,6 triliun dari April hingga Juni.

Sebelumnya, salah satu maskapai penerbangan terbesar di Eropa, British Airways, telah lebih dulu mengumumkan rencana memangkas sekitar 12 ribu pegawai. Pengurangan belasan ribu karyawan ini berarti lebih dari seperempat pegawai maskapai yang melayani 183 rute tersebut.

Sementara itu, Lufthansa Group sudah memangkas sebanyak tiga ribu penerbangan harian dan 92 persen armada penerbangan asal Jerman itu tidak terbang. Restrukturisasi juga berdampak pada pengurangan jam kerja terhadap 80 ribu pegawai.

Maskapai berbiaya rendah (LCC) tersebut juga hanya akan mengoperasikan tidak sampai satu persen armada mereka sepanjang Juni mendatang. Selain itu, manajemen perusahaan akan memberlakukan pemotongan gaji hingga 20 persen untuk karyawan yang tidak kena PHK.