Libur Lebaran 2020 Cuma Dua Hari

Libur Lebaran 2020 Cuma Dua Hari

Tanpa Cuti Bersama Libur Lebaran 2020 Cuma Dua Hari

Tanpa Cuti Bersama Libur Lebaran 2020 Cuma Dua Hari – Pandemi Virus Corona (Covid-19) membuat jadwal libur lebaran pun hanya menyisakan dua hari. Empat hari cuti lainnya digeser ke akhir tahun 2020.

Mengingat, 21 Mei bertepatan dengan peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang merupakan hari libur nasional. Kemudian, 22 Mei sudah ditetapkan sebagai hari cuti bersama.

Sementara, hari raya Idul Fitri ditetapkan pada 24-25 Mei. Jeda satu hari kosong, yakni pada Sabtu (23/5), merupakan hari libur perkantoran.

Kepala Staf Presiden Moeldoko sempat mengusulkan pergeseran cuti lebaran Idulfitri ke lebaran Iduladha. Namun, hal itu dikritik para ahli epidemiologi karena pandemi Virus Corona diprediksi belum reda pada periode itu.

Sebelum memasuki bulan Ramadan, Jokowi pun melarang mudik, meski tidak untuk pulang kampung walaupun pengertiannya berdasarkan KBBI sama saja.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy lantas mengumumkan perubahan kebijakan cuti lebaran untuk mendukung pelarangan mudik itu demi menekan penyebaran Virus Corona ke daerah karena mudik Lebaran.

Perubahan cuti bersama ini mengubah Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020 dan Nomor 01 Tahun 2020.

Pemerintah sudah menetapkan jadwal cuti lebaran

“Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020,” lanjut Muhadjir.

Atas dasar ini, libur lebaran 2020 yang semula 24-29 Mei berubah menjadi 24-25 Mei. Meski begitu, libur Idul Fitri ini bisa bertambah menjadi tiga sampai empat hari jika melihat posisi hari libur lainnya.

“Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020,” kata dia, melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Poker 99 Online, Kamis

Pada akhir tahun 2019, pemerintah sudah menetapkan jadwal cuti lebaran 2020, yakni pada 26-29 Mei. Presiden Jokowi kemudian mengumumkan kasus pertama dan kedua Covid-19, pada awal Maret 2020.

Kendati begitu, terdapat pengecualian cuti, yakni cuti melahirkan, cuti sakit, dan/atau cuti karena alasan penting lainnya.

“Cuti karena alasan penting hanya diberikan terbatas pada alasan bahwa salah satu anggota keluarga inti (ibu, bapak, isteri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu) dari Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sakit keras atau meninggal dunia,” bunyi poin 2 huruf d surat itu.

Tjahjo pun menyiapkan sanki untuk ASN yang melanggar larangan mudik dan cuti selama penanganan virus corona. Sanksi yang diberikan berupa hukuman disiplin sebagaiman diatur dalam PP 53/2010 dan PP 49/2018.

“Surat edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 9 April 2020 sampai dengan ditetapkannya kebijakan lebih lanjut,” bunyi poin 6 surat tersebut agcsa.org

Hal ini mulai memberi perubahan dalam kebijakan pemerintah yang berdampak kepada warga. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara bertahap diterapkan di beberapa wilayah. Kegiatan masyarakat, termasuk perekonomian, dibatasi. Warga pun diminta untuk bekerja dari rumah (work from home) kecuali untuk sektor-sektor usaha tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *