Kopi Kenangan Dapat Dana Segar

Kopi Kenangan Dapat Dana Segar

Kopi Kenangan Dapat Dana Segar Rp1,62 T di Tengah Corona

Kopi Kenangan Dapat Dana Segar Rp1,62 T di Tengah Corona – Kopi kenangan mengumumkan pendanaan Seri B senilai US$109 juta atau setara Rp1,62 triliun (jika kurs Rp14.889 per dolar AS) dari investor yang dipimpin Sequoia Capital.

Selain Sequoia, B Capital, Horizons Ventures, Verlinvest, Kunlun, Sofina, serta Alpha JWC pun bergabung dalam pendanaan ini.

Sejalan dengan rencana mempercepat pertumbuhan perusahaan, salah satu pendiri Facebook Eduardo Saverin akan bergabung sebagai salah satu Dewan Daftar Poker IDN Deposit Pulsa Direksi Kopi Kenangan.

Di sisi lain, ritel kopi modern ini pun sedang beradaptasi menghadapi situasi pandemi virus corona. Perusahaan sudah menyediakan masker wajah, hand sanitizer serta alat pelindung untuk pelanggan dan karyawan di toko, juga menerapkan pemeriksaan suhu dan memberikan kartu kesehatan di setiap pengiriman.

“Kita sedang menghadapi krisis eksistensial terbesar di generasi ini. Sulit untuk mengetahui kapan industri-industri di Indonesia akan kembali normal, dan nanti, meski keadaan mulai membaik, bisnis akan menjadi sangat berbeda.,” kata Edward Tirtanata, CEO Kopi Kenangan.

Saat ini, Kopi Kenangan mengoperasikan 324 toko di berbagai wilayah Indonesia dan menjangkau lebih dari satu juta pelanggan melalui aplikasi selulernya.

Suntikan dana segar tersebut rencananya digunakan untuk memperkuat operasi ritel kopi di Indonesia. Salah satunya akan meluncurkan produk baru. Ritel kopi ini berencana untuk menawarkan produk makanan dan minuman dari pedagang lokal serta mengembangkan cloud kitchens.

Sabar untuk membawa produk Kopi Kenangan

Wakil Presiden Sequoia Capital Singapore Rohit Agarwal melihat bisnis makanan dan minuman menjadi salah satu peluang konsumen terbesar di Asia Tenggara.

“Kami tidak sabar untuk membawa produk Kopi Kenangan ke kategori, format, dan pasar yang lebih luas,” ujar Agarwal dalam keterangan resminya, Rabu.

Edward Tirtanata mengatakan bisnis yang dilakoninya tak terlepas dari peluang. Ia mengaku melihat kurangnya rantai usaha kopi dengan harga terjangkau di Indonesia. Tidak disangka-sangka, ternyata animo masyarakat cukup tinggi hingga membuat jualannya laris manis.

“Indonesia adalah pengeskpor kopi terbesar keempat di dunia. Namun, konsumsi per kapitanya terendah di kawasan, karena tidak ada jaringan usaha kopi yang besar dan terjangkau,” tulis agcsa.org

Ritel kopi dalam negeri ini berdiri pada 2017. Brand ini dinilai berhasil mengisi celah pasar antara kopi mahal yang disajikan di ritel kopi internasional dengan kopi instan yang dijual di banyak kios pinggir jalan.

Brand ini pun telah mengembangkan bisnis dari ritel grab-and-go yang sebelumnya berpusat pada kopi, menjadi lebih beragam dengan menambahkan berbagai varian favorit orang Asia Tenggara seperti Boba.

Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk melindungi karyawan di tengah pandemi covid-19. Pendanaan baru ini mengikuti pendanaan Seri A Kopi Kenangan senilai US$20 juta pada Juni 2019 yang dipimpin oleh Sequoia Capital dan pendanaan awal pada 2018 yang dipimpin oleh investor lokal Alpha JWC.