Harga Emas Anjlok Tengah Pembukaan

Harga Emas Anjlok Tengah Pembukaan

Harga Emas Anjlok di Tengah Pembukaan Kembali Ekonomi Global

Harga Emas Anjlok di Tengah Pembukaan Kembali Ekonomi Global – Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp904 ribu per gram pada Rabu atau turun Rp16.000 dari Rp920 ribu pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp482 ribu, 2 gram Rp1,74 juta, 3 gram Rp2,59 juta, 5 gram Rp4,3 juta, 10 gram Rp8,53 juta, 25 gram Rp21,21 juta, dan 50 gram Rp42,34 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp84,61 juta, 250 gram Rp211,26 juta, 500 gram Rp422,32 juta, dan 1 kilogram Rp844,6 juta.

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp908 ribu per gram pada Kamis (28/5) atau turun Rp1.000 dari Rp909 ribu per gram pada Rabu. Sementara, harga pembelian kembali (buyback) bergerak stagnan di angka Rp808 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp488 ribu, 2 gram Rp1,75 juta, 3 gram Rp2,6 juta, 5 gram Rp4,32 juta, 10 gram Rp8,57 juta, 25 gram Rp21,31 juta, dan 50 gram Rp42,54 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp85,01 juta, 250 gram Rp212,26 juta, 500 gram Rp424,32 juta, dan 1 kilogram Rp848,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas diproyeksi berbalik arah melemah hari ini. Pasalnya, mayoritas investor mengincar keuntungan banyak dengan menempatkan dananya di aset berisiko di tengah pelonggaran kebijakan lockdown oleh sejumlah negara.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak

“Sentimen positif karena pembukaan ekonomi tersebut bisa memberikan tekanan ke harga emas hari ini. Aset aman (emas) ditinggalkan,” tutur Ariston kepada Indonesia Poker Deposit Pulsa. Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp22 ribu menjadi Rp801 ribu per gram.

Namun, Ariston melihat pelemahan harga emas tak dalam karena pasar masih khawatir dengan rusuh yang terjadi di AS. Dengan demikian, terdapat beberapa investor yang mengamankan dananya di aset aman, seperti emas. “Potensi pergerakan harga emas hari ini US$1.700 per troy ons hingga US$1.740 per troy ons,” pungkas Ariston.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memproyeksi harga emas masih bergerak di zona merah. Pasalnya, investor kembali memburu aset berisiko di tengah sentimen positif dari kebijakan pelonggaran lockdown di sejumlah negara.

“Harga emas masih berpotensi tertekan,” kata Ariston kepada Berita Terbaru Indonesia. Sementara, pasar juga menanti data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal I 2020. Apabila hasilnya lebih buruk dari sebelumnya, maka bisa jadi sentimen positif bagi harga emas.

“Malam ini data pertumbuhan ekonomi AS kuartal I 2020 bisa menjadi penggerak untuk harga emas,” terang Ariston. Untuk hari ini, Ariston meramalkan harga emas berada di area US$1.600 per troy ons. Tepatnya, harga emas akan bergerak dalam rentang US$1.680 per troy ons hingga US$1.730 per troy ons.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.732,8 per troy ons atau turun 0,07 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot yang melemah 0,05 persen ke US$1.726,79 per troy ons pada pagi ini.