Genjot Masa Tanam Padi untuk Hadapi Corona-Kemarau Panjang

Genjot Masa Tanam Padi untuk Hadapi Corona-Kemarau Panjang

Genjot Masa Tanam Padi untuk Hadapi Corona-Kemarau Panjang

Genjot Masa Tanam Padi untuk Hadapi Corona-Kemarau Panjang – Pandemi virus Corona menjadi ancaman berbagai sektor, tak terkecuali ketahanan pangan yang kini sedang turun.

Kondisi ini semakin parah dengan prediksi dari Badan Pangan Dunia (FAO) yang mengatakan akan terjadi kemarau panjang di Asia, termasuk Indonesia, pada tahun ini.

Menghadapi kondisi itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan para petani memanfaatkan waktu pada sisa musim penghujan ini.

Di musim tanam padi, medio Mei dan Juni, diharapkan akan menjadi kekuatan pangan dalam melawan dampak pandemi COVID-19 dan ancaman kemarau panjang.

“Kita menghadapi musim tanam dua yang namanya musim tanam gadu. Musim tanam gadu itu berhadapan dengan musim kemarau,” ujar Syahrul saat kunjungan kerja di Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu.

“Karena itu, sisa hujan Mei-Juni ini, seluruh jajaran kementerian pertanian bersama seluruh pemerintah daerah harus bisa memanfaatkan sisa hujan Juni sampai Juli, agar bisa dipakai bertanam lagi di musim tanam dua,” tambah syahrul.

Musim tanam dua

Biasanya dilakukan pada Juli dan Agustus. Tetapi karena adanya prediksi kemarau panjang, pemerintah melalui Kementan meminta pemerintah daerah dan para petani untuk mempercepat masa tanam padi serta memanfaatkan sisa musim hujan.

Kementan menargetkan sebanyak 5,6 juta hektare sawah yang dapat ditanam di musim tanam dua atau gadu ini. Sehingga dalam jangka waktu 100 hari ke depannya hasil tanam ini bisa menjadi kekuatan pangan di Indonesia saat pandemi Corona.

“Covid itu adalah tantangan, kita harus hadapi dengan kesiapan yang lebih kuat. Kita tanam lebih banyak, tidak hanya di lahan ladang-ladang begini, di pekarangan rumah juga sudah menjadi anjuran. Pekarangan rumah harus bisa menghasilkan sesuatu yang langsung bisa menambah kekuatan kita menghadapi Covid,” papar Syahrul.

Untuk mendukung para petani agar terus meningkatkan produktifitas, Kementan memberikan sejumlah bantuan mulai dari penyerahan Dana KUR, asuransi sampai peralatan yang dibutuhkan untuk bercocok tanam.