Cara Menanam Strawberry

Cara Menanam Strawberry

Cara Menanam Strawberry

Cara Menanam Strawberry – Bercocok tanam adalah hobi yang sangat menyenangkan untuk dilakukan di waktu senggang.

Ketika tanaman yang kamu rawat dengan sepenuh hati akhirnya berbuah, muncul sebuah kepuasan tersendiri yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

Salah satu keuntungan melakukan budidaya strawberry adalah besarnya peluang bisnis menanam buah yang satu ini.

Jadi, kamu bisa menjadikan hobi ini sebagai bisnis sampingan juga.

Sebagai salah satu buah subtropis, stroberi seringnya tumbuh di daerah bersuhu dingin yang berada pada ketinggian 1000 hingga 2000 meter. Selain rasanya yang asam manis, warnanya yang cantik bikin banyak orang ingin menanamnya di depan rumah. Sayangnya suhu yang panas sering jadi penghalang untuk bisa menaman stroberi ini.

Sebenarnya kamu nggak perlu bingung, sebab ada beberapa trik yang bisa dilakukan supaya stroberi tetap bisa tumbuh di tempat yang panas.

Sebelum menanam, hal pertama yang harus dilakukan adalah membeli bibit terlebih dahulu.

Bibit strawberry bisa dibeli di toko tanaman terdekat.

Kamu juga bisa melakukan pembibitan vegetatif dengan cara mengambil bagian batang sebagai cikal bakal tanaman.

Jika kamu sudah mendapatkan bibitnya, kamu harus menyiapkan polybag dan media untuk mengisinya.

Media pengisi tersebut terdiri dari susunan tanah dan pupuk kompos atau kandang dengan perbandingan 1:1.

Masukan campuran tersebut ke dalam media tanam yang kamu pilih, baik itu polybag atau pot.

Buatlah lubang dan tanam bibit atau batang strawberry ke dalamnya.

Sekarang kamu hanya perlu menyiram bibit tersebut setiap pagi dan sore serta menjaga tingkat kelembapan tanahnya.

Bibit akan lebih cepat tumbuh jika kebutuhan airnya selalu terpenuhi dengan baik.

Setelah semua langkah di atas dilakukan, selanjutnya kamu hanya perlu memerhatikan proses perawatan.

Penyiraman

Tanaman strawberry harus disiram dengan embrat (cerek khusus tanaman) secara rutin mulai dari masa tanam hingga memasuki fase generatif.

Penyiraman ini harus dilakukan secara intensif, bahkan jika perlu buatlah jadwal.

Hal yang harus dipastikan adalah memelihara kelembapan media tanam dengan tidak membiarkan tanahnya kering.

Penyulaman

Langkah penyulaman harus dilakukan jika strawberry mengalami gangguan pertumbuhan, tidak tumbuh sempurna, rusak, atau bahkan mati.

Tukar tanaman yang mati dengan bibit baru di media tanam yang sama.

Penyulaman sendiri sangat penting dilakukan karena hal ini dapat mengidentifikasi masalah sehingga gagal panen dapat dihindari.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Keberadaan hama adalah salah satu masalah yang perlu diperhatikan penanganannya.

Pastikan tidak ada hama yang menempel pada tanaman.

Untuk mencegahnya, kamu bisa menyemprotkan pestisida yang direkomendasikan untuk tanaman strawberry.

Selain itu, pastikan juga tanaman ini tidak diserang oleh hewan lain seperi burung merpati dan jenis burung lainnya.

Pemupukan

Setelah usia tanaman memasuki usia 2 bulan, strawberry harus diberi pupuk untuk mempertahankan kemampuan tumbuhnya.

Pakailah pupuk organik atau anorganik sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan.

Pastikan agar tidak ada pupuk yang mengenai organ tanaman seperti batang, daun, beserta buahnya.

Perampelan

Perampelan hanya dilakukan jika ada batang atau tunas yang tumbuh secara berlebihan.

Untuk mengambil bagian vegetatif dari tanaman tersebut, kamu hanya perlu memotong 1-2 tunas di samping tanaman (yang merunduk) pada masing-masing pohon.

Tunas tersebut selanjutnya bisa kamu buang atau bahkan digunakan sebagai bibit vegetatif jika perlu.