Bisnis Sepatu Lokal Ini Suarakan Peduli Lingkungan

Bisnis Sepatu Lokal Ini Suarakan Peduli Lingkungan

Tak Hanya Fashion, Bisnis Sepatu Lokal Ini Suarakan Peduli Lingkungan

Bisnis Sepatu Lokal Ini Suarakan Peduli Lingkungan – Curated multibrand pop up store yang digagas Jakarta Fashion Week Fashionlink x #BLCKVNUE telah menginjak tahun ketiga. Toko berukuran 738 meter persegi yang menampung puluhan label desainer nasional berbakat itu senantiasa menjalankan misi mulia.

Tidak hanya untuk industri mode, namun juga untuk tujuan-tujuan Iain yang setiap tahunnya dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan misi-misi sosial. Jika melihat sekilas produk sepatu buatan Nurman Farieka, mungkin tidak ada yang menyangka bahwa Daftar 918Kiss sepatu tersebut terbuat dari bahan yang unik, yaitu kulit ceker ayam.

Tidak hanya untuk terlihat unik, ada pesan penting yang ingin disuarakan bisnis sepatu milik Nurman tersebut. Di tengah pandemik ini, Nurman pun belajar banyak hal baru dalam mengelola bisnisnya.

  • Alasan memilih kulit ceker ayam

Sebelum menjual sepatu dari bahan kulit ceker ayam, Nurman bercerita dirinya pun pernah mencoba berjualan sepatu model canvas pada umumnya. Namun persaingan pasar mendorongnya mencari inovasi baru. Ia pun terinspirasi dari jurnal ilmiah orang tuanya yang meneliti berbagai jenis kulit hewan.

Alasan pertama Nurman memilih kulit ceker ayam dikarenakan ceker ayam merupakan limbah dan mudah didapatkan dalam jumlah banyak. “Kita tahu di Indonesia ceker ayam itu melimpah banyak dari sisa restoran-restoran siap saji. Kita tidak pernah lihat mereka jual ceker ayam, kan. Itu jadi alasan kami memikirkan bagaimana caranya mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai lebih,” jelas Nurman.

Kedua, eksklusivitas yang ditawarkan dari kulit ceker ayam. Berbeda dengan produksi sepatu pada umumnya, produk sepatu Hirka harus terlebih dahulu melalui proses penyusunan pola kulit ceker ayam. Meskipun diupayakan semirip mungkin, Nurman menjelaskan biasanya kemiripan yang dihasilkan sekitar 90%-98%.

Jadi meski produknya serupa, pola dan gradasi kulit ceker ayam yang dihasilkan pada sebuah sepatu dengan yang lainnya akan berbeda. Selain itu, kulit ceker ayam juga memiliki pola berbentuk berlian yang tidak kalah eksotis dengan produk fashion dari kulit reptil pada umumnya.

  • Mengenalkan Hirka ke masyarakat Indonesia

Tahun 2017 saat Hirka pertama kali mulai memasarkan produknya, sebagian besar pesanan berasal dari luar negeri. Saat itu produk Hirka memang masih berfokus di sepatu formal dengan target pasar pengusaha, pemerintahan, kolektor sepatu, dan pekerja seni.

Dengan pertimbangan meningkatkan cash flow dan lebih memperkenalkan produknya di dalam negeri, Hirka mulai melirik jenis sepatu yang sedang tren di Indonesia, yaitu sneakers. “Kalau luar negeri mereka mencarinya produk formal, tapi di Indonesia yang hype lain. Percuma juga kalau kita besar di luar tapi orang-orang Indonesia tidak tahu produk kita. Kita juga mau orang Indonesia tahu dan bangga menggunakan produk Hirka,” jelas Nurman.

Dengan produk model sneakers, Nurman berharap bisa menjangkau pasar dalam negeri yang lebih luas sekaligus mengedukasi masyarakat tentang brand Hirka. Namun Nurman mengakui bahwa salah satu kendala bagi produk-produk dalam negeri dengan originality serupa Hirka adalah pada harga.

“Bagi produk yang ‘berbau’ eco-friendly, biasanya memang harganya tidak bisa murah. Ibaratnya kita mengorbankan harga untuk value lain, yaitu lingkungan. Makanya Hirka juga berusaha agar harga produknya lebih affordable meski keuntungan tidak begitu besar. Yang penting masyarakat kenal Hirka dulu,” lanjutnya.

Upaya mengenalkan Hirka kepada pasar Indonesia juga dilakukan dengan mengikuti kompetisi-kompetisi bisnis, seperti saat Hirka berhasil menjadi finalis Blibli The Big Start tahun 2019 lalu.

Tidak dapat dipungkiri, pandemik ini memang berdampak begitu besar bagi UMKM. Di saat kegiatan ekonomi terhenti sementara, para pemilik bisnis seperti Nurman harus berusaha bertahan demi pekerja-pekerja yang bergantung pada bisnisnya.

Karena itu, Nurman mengatakan bahwa selama ini Hirka selalu berusaha untuk mendukung inisiatif dari pihak manapun yang menbantu UMKM dan semangat local pride, seperti gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang merupakan kolaborasi pemerintah Indonesia dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) di masa pandemik ini.