Bio Farma Akan produksi Obat Corona

Bio Farma Akan produksi Obat Corona

Akan Produksi Obat Virus Corona

Bio Farma – kabar baik untuk penanganan virus corona. Salah satu BUMN farmasi, PT Bio Farma, akan segera memproduksikan obat berjenis Oselta,ivir. Obat tersebut dikayakini bisa menyembuhkan pasien corona di Thailand beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi di laman Alodokter, Oseltamivir adalah obat antiviral, sebuah inhibitor neuraminidase yang digunakan dalam penanganan influensa A dan B, dan banyak dikenal sebagai obat yang dianjurkan untuk menangani flu burung.

Baca juga : ‘Nyawa’ Tinggal 3 Bulan, industri Tekstil di Ujung Tanduk

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya telah mendatangkan bahan baku pembuatan obat itu dari India.

“Kemarin beli bahan obat Oseltamivir (9 April) sudah ambil bahan bakunya dari India, itu obat live chat live22 corona juga, 500 ribu tablet beli dari India, yang bikin Bio Farma,” kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga melalui video conference, Rabu (15/4).

BUMN datangkan 1 TON Chloroquine
Dia juga mengatakan selain bahan baku tersebut, ada sebanyak satu ton Chloroquine yang di datangkan dari India. Namun chloroquine didatangkan tidak berupa bahan baku, melainkan langsung berbentuk obat. “Ini bentuknya tablet,” ujarnya.

Obat disebar di rumah sakit BUMN

Arya mengatakan, obat yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah ini nantinya akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 milik BUMN, salah satunya RSPJ. Selain itu akan disebar ke seluruh rumah sakit rujukan virus corona.

Dia mengatakan, obat ini tidak dijual bebas sebab memerlukan resep dokter untuk mengkonsumsinya. “Ini obat keras, Kemenken nanti yang ngeluarin izin,” ujarnya.

BUMN telah menyalurkan masker
Terlepas dari itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir telah menyalurkan jutaan masker melalui PT Kimia Farma Tbk guna membantu masyarakat mencegah penularan COVID-19 atau virus corona.

Arya mengatakan, Kimia Farma sudah menyalurkan 3 juta masker ke 48 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.

“Baik itu di Jawa, baik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Bali, NTT, NTB dan Maluku, kata Arya melalui WhatsApp Group, Kamis (2/4) malam.

Sumber : idntimes.com