Berkebun Kelapa Sawit Masih Prospek

Berkebun Kelapa Sawit Masih Prospek

Berkebun Kelapa Sawit Masih Prospek

Berkebun Kelapa Sawit Masih Prospek – Pakar perkebunan dari Fakutas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru, Dr. Azharuddin menyebutkan usaha tani kelapa sawit masih memounyai peluang bagus untuk dikembangkan.

Karena, usaha tani kelapa sawit relatif lebih mudah dikerjakan oleh petani dibandingkan usaha tani perkebunan lainnya. Resiko yang ditanggung pun tidak terlalu besar.

Dari segi harga, kelapa sawit dalam bentuk Tanda Buah Segar (TBS) masih bersaing. Saat ini harga sawit TBSLangsung Rp1.800 per kg. Margin Untung yang didapat petani juga lumanyan besar.

Rata-rata untung 24 persen. ” Sejelek-jeleknya hasil usaha tani yang dilakukan petani, masih mendapat untung 18 persen, ” kata Azharuddin lewat sambungan telepon, Ahad.

Hanya untuk mengembangkan usaha tani rakyat kelapa sawit sekarang  ini sedang dikembangkan.

Kendala pertama ialah masalah lahan.

Lahan untuk kebun kelapa sawit di Riau sangat sedikt. Kalaupun ada lahannya, Tapi statusnya tidak jelas, sehingga tumpang tindih dan bermasalah. Mendesak, masyarakat menggarap lahan-mengangggur atau bekas HPH atau melakukan penanaman kembali.

Kendala kedua adalah persyaratan penyediaan benih unggul.

Saat ini hanya sedikit yang melakukan penangkaran benih unggul di daerah Riau. Jikalau ada yang melakukan penangkaran, petani banyak yang berutang ke penangkar karena tak punya uang.

Seimbang, penangkar benih merugi. Petani pun harus berkelompok untuk membeli benih unggul, tidak bisa masing-masing.

Kendala ketiga adalah manajemen usaha tani kelapa sawit.

Banyak petani kita di Riau yang hanya berguru dari pengalaman orang lain. Tidak berdasarkan pengetahuan mereka tentang usaha tani kelapa sawit.

Terlibat kesannya ikut-ikutan. Mengalihkan, minta petani tertipu, baik benih, bibit, pupuk dan lain sebagainya. Ujung-ujungnya produksi tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Kendala itu, menurut Azharuddin, harus ada jalan keluarnya. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab untuk mencarikan solusinya, baik melewati program pemerintah daerah atau melewati kajian akademis di perguruan tinggi.

Menawarkan masyarakat Riau yang ingin menjalankan usaha tani kelapa sawit dapat dengan mudah mengakses benih, bibit, pupuk, pestisida, alat pertanian, mengelola lahan, status lahan, hingga ke harga. ” Jadi tidak cuma harga TBS saja yang diurus, ” jelasnya.