Berjasa dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan

Berjasa dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan

Sosok Ini Berjasa dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan

Berjasa dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan – Dikenal berjasa, tokoh pahlawan wanita yang memperjuangkan kesetaraan hak dan pendidikan para perempuan Indonesia. Meskipun tidak mengenyam pendidikan sampai tinggi. Tapi beliau bertekad keras untuk terus belajar mencari wawasan sebanyak mungkin melalui membaca maupun menulis.

Terhitung ada sekitar 130 juta perempuan di seluruh dunia yang tidak bersekolah. Masih dari sumber yang sama, mirisnya terdapat fakta bahwa di banyak negara, anak perempuan tanpa pendidikan lebih cenderung menikah sejak masih anak-anak, rentan mengalami penyakit menular seperti HIV, dan lebih cenderung meninggal di usia muda.

Menurut World Bank pendidikan anak perempuan adalah prioritas pengembangan yang strategis. Perempuan yang berpendidikan cenderung lebih sehat, lebih banyak berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja formal, mendapatkan penghasilan lebih tinggi, memiliki lebih sedikit anak, menikah di usia matang, dan lebih mampu memberikan perawatan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka, ketika mereka menjadi ibu nantinya.

Jika semua faktor ini digabungkan, maka dapat membantu Daftar Macaubet mengangkat kesejahteraan rumah tangga, komunitas, dan negara agar keluar dari kemiskinan. Fakta ini membuktikan bahwa pentingnya pendidikan bagi anak perempuan tidak dapat disangkal.

Untuk itu, ada baiknya jika kamu mengenal siapa saja perempuan inspiratif yang telah berjasa besar menggunakan suara, kepemimpinan, dan pengaruh mereka untuk membuat kemajuan bagi pendidikan anak perempuan secara global.

Berikut ini beberapa perempuan hebat yang telah memperjuangkan pendidikan perempuan sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Alice Palmer

Kariernya di bidang pendidikan membuka gerbang bagi lebih banyak perempuan untuk kuliah. Alice merupakan co-founder sekaligus pelayan di American Association of University Women, sebuah organisasi non profit yang memperjuangkan hak-hak perempuan.

Alice juga menjabat sebagai Presiden Wellesley College dari 1881 hingga 1887. Dari 1892 hingga 1895 dia menjabat sebagai Dekan Perempuan di University of Chicago. Dan hebatnya, dia mendapatkan semua hal tersebut pada masa ketika perempuan belum diizinkan secara hukum untuk memilih.

Selain sudah memiliki karier yang cemerlang di masa perang dunia tersebut, dia juga memiliki kontribusi nyata pada wacana tentang pendidikan perempuan. Alice berpendapat bahwa perempuan harus menempuh pendidikan sampai mendapatkan gelar sarjana sehingga perempuan bisa menghidupi dirinya sendiri.

Saat ini nama Alice Palmer sudah tercatat dalam Hall of Fame for Great Americans.

Emansipasi Wanita Sebenarnya Sudah Terlihat Pada Zaman Dahulu

Lucy Diggs Slowe

Katalisator perubahan yang memengaruhi masyarakat Amerika melalui prestasi-prestasinya yang hebat. Lucy adalah seorang guru sekaligus atlet yang hebat. Ia tercatat pernah memenangkan turnamen pertama American Tennis Association pada tahun 1917, di mana kala itu merupakan kali pertama perempuan Afrika-Amerika memenangkan gelar olahraga bergengsi.

Selain itu, pada 1919 ia diminta untuk menciptakan sekolah menengah bagi masyarakat kulit hitam yang pertama. Di tahun 1922, ia terpilih sebagai perempuan Afrika-Amerika pertama yang dinobatkan sebagai Dekan Perempuan di Howard University.

Lucy juga termasuk satu di antara 16 pendiri Alpha Kappa Alpha Sorority, yaitu perkumpulan mahasiswi pertama yang didirikan oleh perempuan Afrika-Amerika.

Malala Yousafzai

Semenjak Oktober 2012, aktivis pendidikan, Malala Yousafzai, mendapat perhatian internasional ketika dia mendapat tembakan di kepala. Setelah menentang larangan sekolah bagi anak perempuan yang dibuat oleh Taliban Afghanistan.

Pada tahun 2014 ia mendirikan Malala Fund, sebuah organisasi yang memberdayakan anak perempuan melalui pendidikan untuk mencapai potensi mereka dan menjadi pemimpin yang percaya diri dan kuat di negara mereka sendiri.

Pada tahun 2014 atau saat usianya 17 tahun Malala Yousafzai dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, kala itu dirinya menjadi orang termuda yang menerima hadiah ini.

Gimana? Berat sekali bukan perjuangan mereka agar tiap-tiap perempuan bisa mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Saat ini tugasmu jauh lebih mudah karena hanya perlu melawan rasa malas dalam menempuh pendidikan. Jadi, yuk lawan rasa malas dan belajar lebih giat lagi!