5 Cara Mengatakan ‘Saya’ dalam Bahasa Jepang

5 Cara Mengatakan 'Saya' dalam Bahasa Jepang

5 Cara Mengatakan ‘Saya’ dalam Bahasa Jepang

5 Cara Mengatakan ‘Saya’ dalam Bahasa Jepang – Bahasa Jepang sebenarnya sama seperti bahasa Jawa, ada tingkatan level yang harus pergunakan jika sedang berbicara dengan orang tertentu. Menggunakan Bahasa Jepang jika sedang bercengkerama dengan teman sebaya tentu tidak sama dengan bahasa Jepang yang memakai saat berbicara dengan orang tua.

Sebelum membicarakan bagaimana cara berbicara dengan lapisan usia yang berbeda, sebaiknya kita belajar dulu bagaimana cara menyebut ‘saya’ dengan berbagai cara.

1. Watashi 私 (わたし)

Jika kamu pernah mengambil kelas bahasa Jepang pada perguruan tinggi atau pada tempat lain, ini mungkin frasa yangmengajarkan untuk merujuk pada dirimu sendiri. “Watashi” adalah cara paling sopan kedua untuk menyebut diri sendiri, biasanya “watashi” dapat berguna pada lingkungan semi-profesional, kata ini paling banyak menggunakan laki-laki dan perempuan.

Kapan menggunakan: Dalam setiap situasi saat kamu cukup mengenal orang-orang yang terlibat.

Gender apa yang menggunakan kata ini: Laki-laki dan perempuan dalam lingkungan profesional. para perempuan hanya menggunakan dalam suasana santai.

Tingkat kesopanan: 4 dari 5

Poin penting: Jika kamu laki-laki, sebaiknya jangan ketahuan sedang menggunakan “Watashi” pada grup teman sesama laki-laki. Jika kamu seorang wanita, bisa gunakan ini saat bersama teman. Juga, jangan gunakan ‘watashi’ saat berkencan dengan seorang wanita. Orang tua/lanjut usia biasanya menggunakan ‘washi’ sebagai bentuk pendek dari ‘watashi’.

2. Watakushi 私 (わたくし)

Seperti “Watashi”  atas, Kanji untuk “Watakushi” juga sama, tetapi sebenarnya bacaannya berbeda. “Watakushi” bisa menggunakan ketika kamu hanya ingin menekankan pada ucapan “Aku/Saya”, dan itulah mengapa “watakushi” hanya  untuk situasi yang paling sopan.

Kapan menggunakan: Saat sedang wawancara kerja, saat sedang berbicara dengan suasana yang sangat formal dan belum pernah mengenal lawan bicara sebelumnya.

Gender apa yang menggunakan kata ini: Bisa digunakan semua gender.

Tingkat kesopanan: 5 dari 5

Poin penting: KJika tidak ingin menjadi bahan tertawaan, sebaiknya tidak menggunakan “watakushi” pada luar konteks profesional lingkungan pekerjaan.

3. Boku 僕 (ぼく)

Ini salah satu bentuk yang tidak terlalu kaku. “Boku” adalah cara untuk mengatakan “Aku” yang menggunakan adalah laki-laki. Ini cukup santai dan dapat berguna pada dasarnya dalam situasi apa pun jika kamu cukup mengenal lawan bicara. Namun, “Boku” memang memiliki semacam semburat “tomboy” karena terdengar lebih lembut dan kurang abrasif dari alternatifnya. Meskipun demikian, laki-laki dewasa dapat menggunakan ini, tetapi hanya dengan teman, keluarga, atau kenalan yang cukup dekat.

Kapan menggunakan: Ketika dengan teman, keluarga, atau kenalan dekat. Saat  restoran memesan makanan juga bisa.

Gender apa yang menggunakan kata ini: Hanya laki-laki.

Tingkat kesopanan: 2 dari 5.

Poin penting: “Boku” bisa digunakan jika kamu tidak ingin dianggap terlalu sopan karena menggunakan “watashi”, tapi jika memang ingin terdengar lebih akrab dan dekat dengan sesama teman laki-laki, bisa menggunakan alternatif “Aku” setelah ini, yaitu “Ore”

4. Ore 俺 (おれ)

“Ore” (diucapkan Oh-ray ) adalah cara yang sangat kasual untuk mengatakan “Aku” dalam bahasa Jepang dan hanya digunakan oleh pria bar atau dalam perkelahian. Anak laki-laki juga menggunakannya saat mereka mencoba terdengar lebih dewasa dan lebih tangguh dari yang sebenarnya.

Kapan menggunakan: HANYA untuk sahabat dekat dan keluarga. Tidak sopan menggunakan “Ore” restoran atau tempat umum.

Gender apa yang menggunakan kata ini: HANYA laki-laki.

Tingkat kesopanan: 1 dari 5.

Poin penting: “Ore” sebenarnya adalah kata yang cukup kasar, dan memang sudah seharusnya hanya orang mabuk dan orang terdekat/keluarga saja yang menggunakannya.

5. Atashi (あたし)

Atashi” hanyalah varian dari “Watashi” tetapi jauh lebih kasual dan hanya berguna oleh perempuan dan sesama teman perempuannya. Tetapi ketika dalam lingkungan profesional, sebaiknya tidak menggunakan “Atashi” sebagai kata ganti “Watashi”.

Kapan menggunakan: Dalam suasana kasual, pada saat ke restoran dan toko. Tidak disarankan menggunakan dalam suasana profesional.

Gender apa yang menggunakan kata ini: Hanya perempuan.

Tingkat kesopanan: 2 dari 5.

Poin penting: Pengucapan Kata ini hanya perempuan, dan hanya bisa digunakan saat sedang bercengkerama dengan teman dekat saja. Namun, kata “Atashi” tidak sekasar “Ore”, mungkin bisa dianggap bahwa “Atashi” satu level dengan “Boku”.