Spot Wisata Paling Populer daerah Sinjai Ada Hutan Mangrove

Spot Wisata Paling Populer daerah Sinjai Ada Hutan Mangrove

Spot Wisata Paling Populer daerah Sinjai Ada Hutan Mangrove – Sebagai salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, Sinjai menyimpan banyak destinasi wisata yang menarik untuk dieskplor. Pemerintah daerah berjuluk Bumi Panritta Kitta ini memang tengah gencar mempromosikan serta mengelola potensi daerahnya. Gak heran, kini wisata Sinjai mulai banyak di lirik untuk dijadikan spot liburan yang recommended baik dari warga lokal maupun turis luar daerah.

images?q=tbn:ANd9GcSzy16kKDegEAJLmmf7IG1 oLZu ooRA3DG Q&usqp=CAU - Spot Wisata Paling Populer daerah Sinjai Ada Hutan Mangrove

Taman Purbakala Batu Pake Gojeng

Berwisata sambil belajar sejarah? Taman Batu Pake Gojeng tempatnya. Nama “batu pake” sendiri berarti batu yang telah dipahat dan “gojeng” adalah nama daerah atau lokasi batu itu ditemukan. Dari ketinggian berkisar 125 mdpl, kamu bakal di suguhi pemandangan bangunan Kota Sinjai, Tongke-tongke, dan Pulau Sembilan yang memukau. Taman ini dipenuhi dengan pohon rindang serta gazebo yang cocok jadi objek foto Instagramable. Taman yang dulunya merupakan markas dan benteng pertahanan Jepang ini juga menyuguhkan objek unik lainnya. Terdapat pemandian tua yang di yakini pemandian raja dan rumah adat Taman Purbakala.

Pulau Lare-area

Melansir dari http://faltayresto.net/  pulau Lare-area termasuk satu dari sembilan pulau di Kecamatan Pulau Sembilan. Pulau ini jadi satu-satunya yang tak berpenghuni dengan di ameter dataran hanya sekitar 10 meter. Meski terbilang sempit, tetapi berbicara tentang keindahan, Lare-area gak kalah memesona dari wisata alam lain di luar sana. Gencar di promosikan oleh Pemkab Sinjai.  Daerah pulau ini kamu bisa menikmati fasilitas yang sudah cukup lengkap termasuk Dive Centre bagi kamu hobi daiving.

Benteng Balangnipa

Benteng Balangnipa merupakan saksi kejayaan Kerajaan Tellulimpoe di masa lampau. Ya, bangunan ini oleh Kerajaan Telumlimpoe dulunya di jadikan benteng pertahanan untuk membendung serangan Agresi Militer Belanda. Tak banyak benda peninggalan yang tersisa, namun gaya bangunan khas Eropa masih di pertahankan hingga kini. Oleh warga lokal, Benteng Balangnipa tak hanya jadi spot foto yang keren, tetapi di gunakan sebagai arena atraksi budaya nasional, pembinaan budaya, dan kegiatan anak muda lainnya.