Kementerian Ini Dinilai Layak Dapat Anggaran Besar

Kementerian Ini Dinilai Layak Dapat Anggaran Besar

Kementerian Ini Dinilai Layak Dapat Anggaran Besar

Kementerian Ini Dinilai Layak Dapat Anggaran Besar, – Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan 10 kementerian/lembaga dengan anggaran belanja terbesar tahun depan berdasarkan RAPBN 2021. Daftar itu sendiri berisi Kementerian PUPR, Kementerian Pertahanan, Polri, Kementerian Sosial, dan masih banyak lagi.

Ekonom INDEF Aviliani memberikan pandangannya terkait 10 kementerian/lembaga dengan anggaran terbesar. Ia sendiri mengaku setuju jika Kementerian PUPR butuh anggaran yang besar.

Sejumlah kementerian mendapatkan alokasi dana jumbo pada 2021 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Sebagian kementerian tersebut memang ada yang terkena pemangkasan anggaran untuk penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penambahan anggaran terbesar terjadi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran Rp149,8 triliun atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun ini

“Kami lihat 2019 itu Rp100 triliun (anggaran PUPR), tahun ini dipotong sampai Rp75,6 triliun. Oleh karena itu, kompensasi tahun depan untuk program yang mengalami penundaan,” ucapnya dalam video conference, Jumat.

Kementerian Kesehatan harus punya anggaran terbesar kedua setelah PUPR

Aviliani melanjutkan, setelah PUPR seharusnya Kementerian Kesehatan yang ada di posisi dua anggaran terbesar dibanding Kementerian Pertahanan. Ini penting karena Indonesia akan memproduksi vaksin untuk mengentaskan pandemik COVID-19.

“Kalau kita gak bayar DP dulu ibaratnya, gak bakal dapat vaksin. Ini perlu dipikirin gitu tata cara supaya kita bisa dapat cepat ya,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pertanian ada di posisi dua dan tiga

Untuk posisi ketiga ada Kementerian Pendidikan yang butuh anggaran besar untuk mendukung siswa belajar di masa pemulihan pandemik COVID-19 yang masih membutuhkan pembelajaran jarak jauh. Selanjutnya setelah Kemendikbud adalah Kementerian Pertanian. Aviliani menilai mandiri pangan di setiap daerah itu menjadi kuncinya.

“Makanya kita perlu dukung dengan anggaran nanti ke daerah gitu ya, sehingga nanti di sana kita bisa mengamankan dari sisi harga dan juga produksi, karena dengan kita bisa menstabilkan harga itu akan membuat orang itu tidak akan banyak yang miskin. Jadi kemiskinan akan berkurang dengan itu,” katanya.

Kementerian Pariwisata ada di posisi kelima

Terakhir yang pantas diganjar anggaran besar adalah sektor pariwisata. Menurut Aviliani, perlu insentif bagi sepuluh industri yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata dan itu harusnya masuk anggaran Kementerian Pariwisata.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah kementerian/lembaga tercatat memiliki rencana anggaran yang fantastis di 2021.

Kementerian PUPR menggeser Kementerian Pertahanan yang pada tahun ini memiliki anggaran belanja terbesar. Anggaran Kementerian PUPR dari Rp75,6 triliun tahun 2020 menjadi Rp149,8 triliun pada 2021.

Kementerian Pertahanan dari Rp117,9 triliun menjadi Rp137 triliun. Polri dari Rp92,8 menjadi Rp112 triliun. Kemensos dari Rp104,4 triliun menjadi Rp92,8 triliun.

Selanjutnya ada Kemenkes dari Rp78,5 triliun menjadi Rp84,3 triliun. Kemendikbud dari Rp70,7 triliun menjadi Rp81,5 triliun.

Kemenag dari Rp62,4 triliun menjadi Rp67 triliun. Kemenhub dari Rp32,7 triliun menjadi Rp45,7 triliun. Kemenkeu dari Rp39 triliun menjadi Rp43,3 triliun dan Kementan dari Rp14 triliun menjadi Rp21,8 triliun.