Ilegal logging di berhentikan, Tani ajak kerjasama dengan dinas pertanian

Ilegal logging di berhentikan Tani ajak kerjasama dengan dinas pertanian

Berhenti nya ilegal logging

Ilegal logging di berhentikan, Tani ajak kerjasama dengan dinas pertanian – Kelompok petani Meteor Garden adalah mantan ilegal logger.

Petani dari Taman Nasional Gunung Palung yang berhenti dan menjadi petani hortikultura.

Meteor Garden mendaftarkan diri secara resmi sebagai kelompok tani untuk permohonan bantuan alat dan bibit tanaman hortikultura.

Kerjasama nya dengan dinas pertanian

Sejak tahun 2018 lalu, tim Sustainable Livelihood Yayasan Palung bersama petani Meteor Garden membangun kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kayong Utara.

Kelompok petani Meteor Garden sudah terdaftar sebagai kelompok petani yang berbadan hukum dan memiliki administrasi yang lengkap.

Kerjasama petani Meteor Garden dengan Dinas Pertanian adalah dukungan Dinas Pertanian kepada kelompok tani untuk kerjasama antara Pertanian Kabupaten Kayong.

Beberapa hal yang disampaikan kelompok petani Meteor Garden kepada PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Desa Pampang Harapan yaitu, kendala dan permasalahan yang dihadapi adalah minimnya alat penunjang pertanian dan bibit tanaman hortikultura.

Menurut PPL Desa Pampang Harapan, proposal permohonan dari kelompok petani Meteor Garden ini akan di prioritaskan di tahun 2020.

Pemberian untuk menunjang pertanian meteor garden

Kemungkinan di bulan Oktober, PPL akan memberikan bantuan alat untuk menanam jagung dan bisa memanfaatkan alat ini dengan baik.

Asbandi dari Tim Sustainable Livelihood Yayasan Palung sebagai staf pendamping petani Meteor Garden.

Kerjasama ini bisa berjalan lancar dan bisa membantu kelompok petani Meteor Garden berkembang dan bersaing dengan kelompok tani yang lainnya.

Berawal, ketika Tomanse dan ketiga temannya menawarkan inisiatif untuk menghidupkan kembali budaya gotong-royong di masyarakat dengan cara bertani tanpa merambah di tanah Kayong.

Saban waktu, dimulai sejak setahun lalu, ketika empat personil ini berkeinginan untuk membentuk kelompok yang misi utama mereka menghidupkan kembali budaya gotong royong bertani di tanah Kayong.

Tomanse demikian teman-temannya menyapa merupakan ketua kelompok mereka tersebut, Herman nama aslinya atau biasa disapa Man dan kini namanya berubah menjadi Tomanse. Tomanse bersama ketiga anggota kelompoknya yang terdiri dari Jakaria, Baharudin, Ishak dan Yanto memulai rutinitas mereka sehari-hari untuk bertani dengan terlebih dahulu mencangkul lahan untuk bedeng tanaman yang akan mereka tanam.

Seperti diketahui, personil Meteor Garden menawarkan diri mereka kepada Yayasan Palung untuk didampingi dan diberikan pelatihan terkait pertanian. Mereka pun tanpa dipaksa mengisi formulir atau surat kesepakatan untuk menghidupkan kembali budaya gotong-royong dan pengembangan pertanian masyarakat di wilayah Desa Pampang Harapan.

Ide dan keinginan mereka untuk mengaktifkan budaya gotong royong sebagai upaya perlindungan di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Mereka secara bergiliran membantu dalam kelompok.

Mereka berharap ada masyarakat yang mengikuti cara mereka dan bisa memanfaatkan lahan kosong untuk pertanian mereka.